Datum: Sonntag, der 01. Februar 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext aus2. Korinther 4, 6 – 10
Denn Gott, der da sprach: Licht soll aus der Finsternis hervorleuchten, der hat einen hellen Schein in unsre Herzen gegeben, dass die Erleuchtung entstünde zur Erkenntnis der Herrlichkeit Gottes in dem Angesicht Jesu Christi. 7 Wir haben aber diesen Schatz in irdenen Gefäßen, auf dass die überschwängliche Kraft von Gott sei und nicht von uns. 8 Wir sind von allen Seiten bedrängt, aber wir ängstigen uns nicht. Uns ist bange, aber wir verzagen nicht. 9 Wir leiden Verfolgung, aber wir werden nicht verlassen. Wir werden unterdrückt, aber wir kommen nicht um. 10 Wir tragen allezeit das Sterben Jesu an unserm Leibe, auf dass auch das Leben Jesu an unserm Leibe offenbar werde.
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main / Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Paula Sabrina
Ehrenamtlicher Dienst zum letzten Sonntag nach Epiphanias
Liturgie: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Schriftlesung: Clarissa Mboeik
Medien Technik: Yosua Rondonuwu
Abkündigung: Marsha Marcelina
Schlüsseldienst: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Puji Syukur
Tanggal: Minggu, 01 Februari 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dari2 Korintus 4:6 – 10
Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. 4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. 4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. 4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main / Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Paula Sabrina
Pemberitahuan Pelayanan sukarela pada Minggu terakhir setelah Epiphania
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Pembacaan Alkitab: Clarissa Mboeik
Media Tehnik: Yosua Rondonuwu
Berita Jemaat: Marsha Marcelina
Kunci: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Persiapan pertemuan Jemaat: Kelompok Puji Syukur
Datum: Sonntag, der 25. Januar 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Thema zur PredigtEinsamkeit
Auf dem Weg durch die Wüste
Warum lässt du mich allein in tiefer Dunkelheit? Warum war die finstere Nacht so endlos lang? Du hast mich einsam gemacht, mich erniedrigt, sodass es auf der ganzen Welt keinen Ort gab, auf den ich mich stützen konnte. Ich stehe in der Wüste, in der Wüste.
Die Wüste, in der nur der Herr meine Hilfe ist, in der nur der Herr mein Licht ist, in der nur der Herr mein Freund ist. Ein Ort, an dem ich keinen einzigen Tag leben kann, wenn ich die Hand des Herrn loslasse. Ich stehe in der Wüste, in der Wüste.
Die Wüste – der Ort, an den du mich gesandt hast, um mich zu gebrauchen, um mich reiner zu machen, weil du mich erwählt hast. Die Wüste – der Ort, an dem der Heilige Geist meine Seele neu geboren werden lässt. Ich stehe in der Wüste, in der Wüste.
Mein altes Ich zerbricht in tausend Stücke, auch meine Träume, die hoch hinaus wollten, lege ich vor dem Herrn nieder. Möge sich allein dein Wille erfüllen, mögest durch mich allein der Herr offenbar werden, während ich durch die Wüste gehe
Liedtext zur Predigt
Predigt: Pfrin. Sandra Scholz (Evangelisches Dekanat Dreieich-Rodgau)
Musik: Leandro Christian
Ehrenamtlicher Dienst zum 3. Sonntag nach Epiphanias
Liturgie: Riany Lengkong
Kindergottesdienst: Yesica Balondo & Maresa Nauli
Schriftlesung: Riany Lengkong
Sopranistin: Hye Yeon Yoon
Medien Technik: Marsha Marcelina
Abkündigung: Jens Balondo
Schlüsseldienst: Marsha Marcelina
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Anugerah
Tanggal: Minggu, 25 Januari 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Tema KhotbahKesendirian
Dalam perjalanan melewati padang gurun
Mengapa Engkau membiarkanku sendirian dalam kegelapan yang begitu dalam? Mengapa malam yang kelam itu terasa tak berujung? Engkau membuatku kesepian, Engkau merendahkanku, hingga di seluruh dunia ini tak ada satu pun tempat untukku bersandar. Aku berdiri di padang gurun, di padang gurun.
Padang gurun, tempat di mana hanya Tuhanlah pertolonganku, tempat di mana hanya Tuhanlah cahayaku, tempat di mana hanya Tuhanlah sahabatku. Sebuah tempat di mana aku tak sanggup hidup sehari pun, bila aku melepaskan tangan Tuhan. Aku berdiri di padang gurun, di padang gurun.
Padang gurun – tempat ke mana Engkau mengutusku, untuk memakai aku, untuk memurnikan aku, karena Engkau telah memilih aku. Padang gurun – tempat di mana Roh Kudus membuat jiwaku dilahirkan kembali. Aku berdiri di padang gurun, di padang gurun.
Diriku yang lama hancur berkeping-keping, dan juga mimpi-mimpiku yang ingin menjulang tinggi, kuserahkan dan kubaringkan di hadapan Tuhan. Kiranya hanya kehendak-Mu yang terjadi, kiranya melalui aku saja Tuhan dinyatakan, saat aku berjalan melewati padang gurun.
Lirik lagu untuk khotbah
Khotbah: Pdt. Sandra Scholz (Wilayah Dekanat Gereja Injili Dreieich–Rodgau)
Musik: Leandro Christian
Pemberitahuan Pelayanan Hari Minggu ke 3 setelah Epiphanias
Liturgi: Riany Lengkong
Sekolah Minggu: Yesica Balondo & Maresa Nauli
Pembacaan Alkitab: Riany Lengkong
Sopran: Hye Yeon Yoon
Media Tehnik: Marsha Marcelina
Berita Jemaat: Jens Balondo
Kunci: Marsha Marcelina
Persiapan pertemuan Jemaat: Kelompok Anugerah