Blog

In unserem Blog findet ihr alle wichtigen Ankündigungen und Informationen.

Bahasa Indonesia

Datum: Sonntag, 05. April 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Predigttext aus

1. Korinther 15, 19-28

Hoffen wir allein in diesem Leben auf Christus, so sind wir die elendesten unter allen Menschen. 20 Nun aber ist Christus auferweckt von den Toten als Erstling unter denen, die entschlafen sind. 21 Denn da durch einen Menschen der Tod gekommen ist, so kommt auch durch einen Menschen die Auferstehung der Toten. 22 Denn wie in Adam alle sterben, so werden in Christus alle lebendig gemacht werden. 23 Ein jeder aber in der für ihn bestimmten Ordnung: als Erstling Christus; danach die Christus angehören, wenn er kommen wird; 24 danach das Ende, wenn er das Reich Gott, dem Vater, übergeben wird, nachdem er vernichtet hat alle Herrschaft und alle Macht und Gewalt. 25 Denn er muss herrschen, bis Gott »alle Feinde unter seine Füße gelegt hat« 26 Der letzte Feind, der vernichtet wird, ist der Tod. 27 Denn »alles hat er unter seine Füße getan« Wenn es aber heißt, alles sei ihm unterworfen, so ist offenbar, dass der ausgenommen ist, der ihm alles unterworfen hat. 28 Wenn aber alles ihm untertan sein wird, dann wird auch der Sohn selbst untertan sein dem, der ihm alles unterworfen hat, auf dass Gott sei alles in allem.

(Lutherbibel 2017, 1. Kor 15,19-28)


Optionaler Live Stream:

Predigt: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian

Ehrenamtlicher Dienst zu Ostersonntag

Liturgie: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut
Kindergottesdienst: Viktor Aritonang & Ribkah Magdalena
Schriftlesung: Maresa Nauli
Medien Technik: Yosua Rondonuwu
Abkündigung: Aditya Dolontelide
Schlüsseldienst: Aditya Dolontelide

Liturgie
Unsere letzten Predigten
Gottesdienst Playlist @YouTube


Tanggal: Minggu, 05 April 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Teks Khotbah dari

1 Korintus 15:19-28

Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. 20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

(Alkitab Terjemahan Baru 1974, 1 Korintus 15:19-28)


Optional Live Stream:

Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian

Pelayanan sukarela pada hari Paskah

Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Sekolah Minggu: Viktor Aritonang & Ribkah Magdalena
Pembacaan Alkitab: Maresa Nauli
Media Teknik: Yosua Rondonuwu
Berita Jemaat: Aditya Dolontelide
Kunci: Aditya Dolontelide

Liturgi
Khotbah yang terakhir
Playlist Ibadah @YouTube

Bahasa Indonesia

Datum: Freitag, der 03. April 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Predigttext aus

2. Korinther 5, 19-21

Gott war in Christus und versöhnte die Welt mit sich selbst und rechnete ihnen ihre Verfehlungen nicht zu; und er hat unter uns das Wort von der Versöhnung aufgerichtet. 20 So sind wir nun Botschafter an Christi statt; denn Gott mahnt durch uns. So bitten wir nun an Christi statt: Lasst euch versöhnen mit Gott. 21 Denn er hat den, der von keiner Sünde wusste, für uns zur Sünde gemacht, damit wir in ihm zur Gerechtigkeit Gottes würden.

(Lutherbibel 2017)


Optionaler Live Stream:

Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian

Ehrenamtlicher Dienst zu Karfreitag

Liturgie: Viktor Aritonang
Schriftlesung: Ribkah Aritonang
Abendmahl: Kirchenvorstand
Medien Technik: Rizky Pongdatu
Abkündigung: Jens Balondo
Schlüsseldienst: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut

Liturgie
Unsere letzten Predigten
Gottesdienst Playlist @YouTube


Folgende Vorbereitungen können Sie für die Teilnahme zum Abendmahl von zu Hause aus treffen.

Vorbereitungen zum Abendmahl:

Glas und Wein:
1. Bereiten Sie Gläschen entsprechend der Anzahl der Abendmahlteilnehmer vor. Wenn keine Gläschen vorhanden sind, können Sie auch normale Trinkwassergläser verwenden.
2. Bereiten Sie den Wein vor. Optional können Sie auch einen Traubensaft oder sonstige Säfte verwenden.
3. Stellen Sie alles auf dem Tisch bereit.

Brot:
1. Das Brot kann Toast oder auch normales Brot sein.
2. Das Brot kann in rechteckige Stückchen geschnitten oder zerbrochen werden.

Abendmahltisch:
Stellen Sie alles, was Sie für das Abendmahl brauchen, auf den Tisch. Wenn vorhanden, können Sie ebenfalls Kerzen und einen Kreuz aufstellen.


Tanggal: Jumat, 03 April 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Teks Khotbah dari

2 Korintus 5, 19-21

Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya melalui Kristus dan tidak lagi memperhitungkan pelanggaran manusia; kepada kami diberitakan berita pendamaian itu. 20 Jadi kami adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah sendiri menasihati melalui kami. Dalam nama Kristus kami memohon: berdamailah dengan Allah. 21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menanggung dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

(Alkitab Terjemahan Baru 1974)


Optional Live Stream:

Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian

Pemberitahuan Pelayanan pada hari Jumat Agung

Liturgi: Viktor Aritonang
Pembacaan Alkitab: Ribkah Aritonang
Perjamuan Kudus: Majelis Jemaat
Media Tehnik: Rizky Pongdatu
Berita Jemaat: Jens Balondo
Kunci: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut

Liturgi
Khotbah yang terakhir
Playlist Ibadah @YouTube


Dibawah ini petunjuk untuk Perjamuan Kudus dirumah pada hari Minggu

Perlengkapan yang disiapkan

Gelas dan Anggur:
1. Siapkan sloki sesuai dengan jumlah peserta perjamuan. Jika tidak ada sloki, pakai gelas weine. Jika tidak ada gelas weine, boleh pakai gelas air minum biasa.
2. Siapkan anggur (Wein). Jika tidak ada Wein boleh gunakan trauben saft. Jika tidak ada traubensaft boleh pakai saft apa saja.
3. Tuangg Weine atau saft kedalam sloki atau gelas secukupnya.

Roti:
1. Roti boleh roti Toast atau roti biasa.
2. Roti boleh dipotong segi empat teratur, atau dicabik (dipecahkan).

Meja Perjamuan:
Taruh peralatan perjamuan Kudus diatas meja. Pasang lilin, khiasan salib (kalau ada).



Samstag, 28 März 2026 09:22

29.03.2026 Gottesdienst / Ibadah

Bahasa Indonesia

Datum: Sonntag, der 29. März 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Predigttext aus

Markus 14, 3-9

Jesus war in Betanien zu Gast; da kam eine Frau mit einem Alabastergefäß voll sehr teurem Duftöl. 4 Einige wurden ärgerlich und sagten: „Warum diese Verschwendung?“ 5 „Man hätte es teuer verkaufen und den Armen geben können.“ Und sie fuhren die Frau an. 6 Jesus aber sagte: „Lasst sie in Ruhe. Sie hat etwas Gutes getan.“ 7 „Arme habt ihr immer bei euch; ihnen könnt ihr jederzeit helfen. Mich aber habt ihr nicht immer.“ 8 „Sie hat getan, was sie konnte: Sie hat meinen Leib im Voraus für das Begräbnis gesalbt.“ 9 „Wahrlich: Wo immer das Evangelium gepredigt wird, wird man auch von ihr erzählen – zur Erinnerung an sie.“

(frei nach Mk 14,3-9)


Optionaler Live Stream:

Predigt: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Sonya Mboeik

Ehrenamtlicher Dienst zum Sonntag - Palmarum

Liturgie: Priska Balondo
Kindergottesdienst: Viktor Aritonang & Ribkah Magdalena
Schriftlesung: Desri Situmorang
Medien Technik: Yosua Rondonuwu
Abkündigung: Aditya Dolontelide
Schlüsseldienst: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Sukacita

Liturgie
Unsere letzten Predigten
Gottesdienst Playlist @YouTube


Tanggal: Minggu, 29 Maret 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Teks Khotbah dari

Markus 14, 3-9

Yesus berada di Betania; seorang perempuan datang membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi yang sangat mahal. 4 Beberapa orang menjadi kesal dan berkata: “Mengapa minyak wangi ini disia-siakan?” 5 “Seharusnya bisa dijual mahal dan uangnya diberikan kepada orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. 6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkan dia. Ia telah melakukan sesuatu yang baik.” 7 “Orang miskin selalu ada padamu, dan kapan saja kamu mau, kamu bisa menolong mereka; tetapi Aku tidak selalu ada.” 8 “Ia melakukan apa yang dapat ia lakukan: ia mengurapi tubuh-Ku sebagai persiapan untuk penguburan.” 9 “Sesungguhnya: di mana pun Injil diberitakan, apa yang ia lakukan ini akan disebut juga sebagai peringatan akan dia.”

(parafrasa bebas dari Mrk 14:3-9)


Optional Live Stream:

Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Sonya Mboeik

Pelayanan sukarela pada hari Minggu - Palmarum

Liturgi: Priska Balondo
Ibadah Anak: Viktor Aritonang & Ribkah Magdalena
Pembacaan Alkitab: Desri Situmorang
Media Teknik: Yosua Rondonuwu
Berita Jemaat: Aditya Dolontelide
Kunci: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Persiapan Pertemuan Jemaat: Kelompok Sukacita

Liturgi
Khotbah yang terakhir
Playlist Ibadah @YouTube
Donnerstag, 19 März 2026 17:58

22.03.2026 Gottesdienst / Ibadah

Bahasa Indonesia

Datum: Sonntag, der 22. März 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Predigttext aus

Markus 10, 35-45

Da gingen zu ihm Jakobus und Johannes, die Söhne des Zebedäus, und sprachen zu ihm: Meister, wir wollen, dass du für uns tust, was wir dich bitten werden.  36 Er sprach zu ihnen: Was wollt ihr, dass ich für euch tue?  37 Sie sprachen zu ihm: Gib uns, dass wir sitzen einer zu deiner Rechten und einer zu deiner Linken in deiner Herrlichkeit.  38 Jesus aber sprach zu ihnen: Ihr wisst nicht, was ihr bittet. Könnt ihr den Kelch trinken, den ich trinke, oder euch taufen lassen mit der Taufe, mit der ich getauft werde?  39 Sie sprachen zu ihm: Ja, das können wir. Jesus aber sprach zu ihnen: Ihr werdet zwar den Kelch trinken, den ich trinke, und getauft werden mit der Taufe, mit der ich getauft werde; 40 zu sitzen aber zu meiner Rechten oder zu meiner Linken, das zu geben steht mir nicht zu, sondern das wird denen zuteil, für die es bestimmt ist.  41 Und als das die Zehn hörten, wurden sie unwillig über Jakobus und Johannes.  42 Da rief Jesus sie zu sich und sprach zu ihnen: Ihr wisst, die als Herrscher gelten, halten ihre Völker nieder, und ihre Mächtigen tun ihnen Gewalt an.  43 Aber so ist es unter euch nicht; sondern wer groß sein will unter euch, der soll euer Diener sein;  44 und wer unter euch der Erste sein will, der soll aller Knecht sein.  45 Denn auch der Menschensohn ist nicht gekommen, dass er sich dienen lasse, sondern dass er diene und sein Leben gebe als Lösegeld für viele.

(Lutherbibel 2017)


Optionaler Live Stream:

Predigt: Pfrin. Dr. Maibritt Gustrau (Evangelisches Stadtdekanat Frankfurt und Offenbach)
Musik: Paula Sabrina

Ehrenamtlicher Dienst zum Sonntag - Judika

Liturgie: Lektorin Inke Rondonuwu
Schriftlesung: Crisna Purwanto
Medien Technik: Jens Balondo
Abkündigung: Marsha Marcelina
Schlüsseldienst: Aditya Dolontelide
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gemeinsam

Liturgie
Unsere letzten Predigten
Gottesdienst Playlist @YouTube


Tanggal: Minggu, 22 Maret 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Teks Khotbah dari

Markus 10, 35-45

Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" 36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" 37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." 38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" 39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." 41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. 42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. 45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

(Alkitab Terjemahan Baru 1974)


Optional Live Stream:

Khotbah: Pdt. Dr. Maibritt Gustrau (Dekenat Kota Gereja Protestan Frankfurt dan Offenbach)
Musik: Paula Sabrina

Pemberitahuan Pelayanan sukarela pada hari Minggu - Judika

Liturgi: Lektor Inke Rondonuwu
Pembacaan Alkitab: Crisna Purwanto
Media Tehnik: Jens Balondo
Berita Jemaat: Marsha Marcelina
Kunci: Aditya Dolontelide
Persiapan pertemuan Jemaat: Bersama

Liturgi
Khotbah yang terakhir
Playlist Ibadah @YouTube

Bahasa Indonesia

Ein besonderer Filmtipp: „Na Willa“ – ein berührender indonesischer Film über Kindheit, Vielfalt und das Miteinander

Mit großer Freude möchten wir auf einen besonderen indonesischen Film aufmerksam machen: „Na Willa“.

Hinter diesem Werk steht unter anderem Reda Gaudiamo, eine langjährige Freundin, die viele von uns noch in lebendiger und schöner Erinnerung haben. Vor rund zehn Jahren besuchte sie im Rahmen der Buchmesse unsere Gemeinde und trat gemeinsam mit dem leider viel zu früh verstorbenen Ari Malibu in unserer Alten Nikolaikirche auf. Es war ein besonderer Moment voller Musik, Wärme und Begegnung, der vielen bis heute im Herzen geblieben ist.


Umso schöner ist es, nun auf dieses filmische Werk aufmerksam machen zu können.

„Na Willa“ ist ein indonesischer Familienfilm von Visinema Studios, eine Live-Action-Verfilmung des ersten Buchs aus der „Na Willa“-Trilogie von Reda Gaudiamo. Regie und Drehbuch stammen von Ryan Adriandhy. Der Film startet heute in Indonesien am 18. März 2026 und spielt im Surabaya der 1960er Jahre.

Im Mittelpunkt steht die etwa sechsjährige Na Willa, die in einer kleinen Gasse am Stadtrand lebt. Der Film erzählt ihren Alltag konsequent aus ihrer kindlichen und neugierigen Perspektive. Dadurch wirken ganz einfache Dinge – Nachbarschaft, Familie, Schule, Fragen über Menschen und Unterschiede – fast magisch. Es ist kein großer Action-Plot, sondern ein warmer und fein beobachtender Film über Kindheit, Familie, Vielfalt und das Erwachsenwerden.

Besonders wichtig ist die multikulturelle Identität der Hauptfigur. Na Willa hat eine Mutter aus Ost-Nusa Tenggara und einen Vater chinesischer Herkunft. Genau daraus entstehen Fragen nach Zugehörigkeit, Unterschiedlichkeit und gesellschaftlichen Zuschreibungen. Schon die literarische Vorlage wird als Werk beschrieben, das chinesisch-indonesische Erfahrungen, Alltagsrassismus und kulturelle Vielfalt sichtbar macht.

Gerade darin liegt die besondere Kraft dieses Films. Er schaut nicht von oben auf diese Themen, sondern mit offenen Augen und einem kindlichen Herzen. So lädt „Na Willa“ dazu ein, die Welt noch einmal aus der Sicht eines Kindes wahrzunehmen: neugierig, ehrlich, verletzlich und zugleich voller Staunen.

Die Vorlage thematisiert zudem ausdrücklich, dass Na Willa in einer vielfältigen Nachbarschaft lebt und neugierig auf religiöse Unterschiede schaut. Gerade deshalb wirkt der Film so stark: Er zeigt, wie früh Kinder mit Fragen zu Religion, Identität, Ethnie und Anderssein konfrontiert werden – und wie offen und direkt sie die Welt zunächst wahrnehmen, bevor Erwachsene ihnen feste Kategorien vorgeben.

Der Film basiert auf dem Werk von Reda Gaudiamo. Regie führte Ryan Adriandhy. Zur Besetzung gehören unter anderem Luisa Adreena, Irma Rihi, Junior Liem, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi und Arsenio Rafisqy. Auch dadurch wird deutlich, wie viele kreative Menschen an diesem besonderen Filmprojekt mitgewirkt haben.


Auch für uns als Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main berührt dieser Film ein wichtiges Thema. Unsere Gemeinde lebt seit vielen Jahren von Begegnung, kultureller Vielfalt, Glaube im Miteinander und dem Brückenschlag zwischen Menschen unterschiedlicher Prägungen. Gerade in einer internationalen Stadt wie Frankfurt und in unserer kirchlichen Arbeit ist die Frage zentral, wie wir Verschiedenheit nicht als Bedrohung, sondern als Reichtum verstehen.

In folgenden kurzen Video erzählen Reda selbst und weitere Beteiligte mehr über die Geschichte von „Na Willa“ und warum sie weit über einen Kinderfilm hinausgeht. Es wird deutlich, wie wertvoll diese Erzählung nicht nur für Kinder, sondern auch für Eltern, Familien und unsere Gesellschaft ist.


Deshalb möchten wir „Na Willa“ sehr gern weiterempfehlen.

Wir freuen uns besonders darüber, dass mit Reda Gaudiamo eine Künstlerin dahintersteht, die unserer Gemeinde verbunden ist. Ihr damaliger Besuch gemeinsam mit Ari Malibu bleibt für uns ein kostbares Zeichen dafür, wie Musik, Kunst, Sprache und Begegnung Menschen miteinander verbinden können – über Grenzen, Kulturen und Generationen hinweg.

Möge auch „Na Willa“ viele Menschen berühren und dazu anregen, neu über Kindheit, Vielfalt, Religion und das menschliche Miteinander nachzudenken.