Blog

In unserem Blog findet ihr in Zukunft alle größeren wichtigen Ankündigungen.

facebook_page_plugin

Bahasa Indonesia

Der Kirchenpräsident der protestantischen Kirche in Donggala - Indonesien (GPID), Pfarrer Dr. Alexander Z. Rondonuwu, wurde zum Partnerschaftstreffen mit der EMS nach Deutschland eingeladen. Im gleichen Zuge seines Besuchs, hat sich auch die Gelegenheit ergeben, dass er am folgendem Dienstag unseren Kirchenpräsidenten der Evangelischen Kirche in Hessen und Nassau (EKHN), Pfarrer Dr. Dr. h. c. Volker Jung treffen wird. Im Rahmen der ökumenischen Adventsfeier im Zentrum Oekumene der EKHN und der EKKW, wird Herr Alexander Rondonuwu am 11.12. eine Schriftlesung zur Andacht von Herrn Volker Jung halten.
Bevor er weiter zur holländischen Kirche reisen wird, dürfen wir ihn schon zum kommenden Sonntag begrüßen. Er wird bei uns die Predigt halten und anschließend zum Gemeindetreff über die derzeitige Situation in Palu / Donggala berichten.

Datum: Sonntag, den 09. Dezember 2018

Uhrzeit: 14 Uhr

Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Predigttext aus Jesaja 11, 1-10

Der Messias und sein Friedensreich

Und es wird ein Reis hervorgehen aus dem Stamm Isais und ein Zweig aus seiner Wurzel Frucht bringen. 2 Auf ihm wird ruhen der Geist des HERRN, der Geist der Weisheit und des Verstandes, der Geist des Rates und der Stärke, der Geist der Erkenntnis und der Furcht des HERRN. 3 Und Wohlgefallen wird er haben an der Furcht des HERRN. Er wird nicht richten nach dem, was seine Augen sehen, noch Urteil sprechen nach dem, was seine Ohren hören, 4 sondern wird mit Gerechtigkeit richten die Armen und rechtes Urteil sprechen den Elenden im Lande, und er wird mit dem Stabe seines Mundes den Gewalttätigen schlagen und mit dem Odem seiner Lippen den Gottlosen töten. 5 Gerechtigkeit wird der Gurt seiner Lenden sein und die Treue der Gurt seiner Hüften.
6 Da wird der Wolf beim Lamm wohnen und der Panther beim Böcklein lagern. Kalb und Löwe werden miteinander grasen, und ein kleiner Knabe wird sie leiten. 7 Kuh und Bärin werden zusammen weiden, ihre Jungen beieinanderliegen, und der Löwe wird Stroh fressen wie das Rind. 8 Und ein Säugling wird spielen am Loch der Otter, und ein kleines Kind wird seine Hand ausstrecken zur Höhle der Natter. 9 Man wird weder Bosheit noch Schaden tun auf meinem ganzen heiligen Berge; denn das Land ist voll Erkenntnis des HERRN, wie Wasser das Meer bedeckt.
10 Und es wird geschehen zu der Zeit, dass die Wurzel Isais dasteht als Zeichen für die Völker. Nach ihm werden die Völker fragen, und die Stätte, da er wohnt, wird herrlich sein.

(Lutherbibel 2017)

Ehrenamtlicher Dienst zum 2. Advent

Predigt: Pfr. Dr. Alexander Z Rondonuwu (Kirchenpräsident der Protestantischen Kirche in Donggala, Indonesien)
Liturgie: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Musik: Herr Leandro Christian
Bibellesung: Herr Nurdin Damanik
Kindergottesdienst: Frau Dwi Hariwati und Frau Tyagita Hidayat
Abkündigung: Frau Riany Lengkong
Verpflegung: Damai sejahtera
Schlüsseldienst: Frau Riany Lengkong

Liturgie
Unsere letzten Predigten

Unser Gemeindetreff nach unserem Sonntagsgottesdienst findet in der Saalgasse 15 (EVA) statt.

----------------

Ketua Sinode Gereja Protestan Indonesia di Donggala (GPID), Pdt. Dr. Alexander Z. Rondonuwu diundang ke pertemuan anggota Mitra EMS di Jerman. Dalam kunjungannya, dia juga memiliki kesempatan pada hari Selasa mendatang, akan bertemu dengan Presiden gereja kita Gereja Evangelis di Hesse dan Nassau (EKHN), Pendeta Dr. Dr. h. c. Volker Jung. Dalam rangka Perayaan Advent secara Oikumenis pada tanggal 11.12 di Sentrum Oikumene EKHN dan EKKW, Bapak Alexander Rondonuwu akan ambil bagian dalam pembacaan Alkitab, dan akan berkhotbah adalah Bapak Volker Jung.
Sebelum dia pergi ke gereja Belanda, kita dapat menyambutnya pada hari Minggu tanggal 9. Desember. Dia akan berkhotbah dalam ibadah kita, kemudian sesudah ibadah dalam acara ramah tamah jemaat, dia akan melaporkan tentang situasi terkini di Palu / Donggala.

Tanggal: Minngu, 09 Desember 2018

Waktu: Pukul 14:00

Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Teks Khotbah dari Yesaya 11, 1-10

Raja Damai yang akan datang

Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. 2 Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; 3 ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. 4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. 5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
6 Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. 7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. 8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. 9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
10 Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

(Alkitab Terjemahan Baru 1974)

Pemberitahuan Pelayanan Hari minggu Advent Ke-2

Khotbah: Pdt. Dr. Alexander Z Rondonuwu (Ketua Sinode Gereja Protestan Indonesia Donggala)
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Musik: Sdr Leandro Christian
Pembacaan Alkitab: Bpk Nurdin Damanik
Sekolah Minggu: Ibu Dwi Hariwati dan Sdri Tyagita Hidayat
Berita Jemaat: Sdri Riany Lengkong
Konsumsi: Damai sejahtera
Kunci: Sdri Riany Lengkong

Liturgi
Khotbah yang terakhir

Pertemuan jemaat setelah Ibadah Minggu depan akan diadakan di Gedung EVA (Saalgasse 15).

Bahasa Indonesia

Datum: Sonntag, den 02. Dezember 2018

Uhrzeit: 14 Uhr

Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Predigttext aus Lukas 1, 67-79

Der Lobgesang des Zacharias

Und sein Vater Zacharias wurde vom Heiligen Geist erfüllt, weissagte und sprach:

68 Gelobt sei der Herr, der Gott Israels!
Denn er hat besucht und erlöst sein Volk

69 und hat uns aufgerichtet ein Horn des Heils
im Hause seines Dieners David –
70 wie er vorzeiten geredet hat
durch den Mund seiner heiligen Propheten –,
71 dass er uns errettete von unsern Feinden
und aus der Hand aller, die uns hassen,
72 und Barmherzigkeit erzeigte unsern Vätern
und gedächte an seinen heiligen Bund,
73 an den Eid, den er geschworen hat unserm Vater Abraham,
uns zu geben,
74 dass wir, erlöst aus der Hand der Feinde, ihm dienten ohne Furcht 75 unser Leben lang
in Heiligkeit und Gerechtigkeit vor seinen Augen.
76 Und du, Kindlein, wirst Prophet des Höchsten heißen.
Denn du wirst dem Herrn vorangehen, dass du seinen Weg bereitest
77 und Erkenntnis des Heils gebest seinem Volk
in der Vergebung ihrer Sünden,
78 durch die herzliche Barmherzigkeit unseres Gottes,
durch die uns besuchen wird das aufgehende Licht aus der Höhe,
79 auf dass es erscheine denen, die sitzen in Finsternis und Schatten des Todes,
und richte unsere Füße auf den Weg des Friedens.

(Lutherbibel 2017)

Ehrenamtlicher Dienst zum 1. Advent

Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Liturgie: Herr Frank Madrikan
Musik: Frau Paula Simanjuntak
Bibellesung: Herr Leonhard Sihombing
Abendmahl: Kirchenvorstand
Kindergottesdienst: Herr Viktor Aritonang und Frau Riany Lengkong
Abkündigung: Herr Jens Balondo
Verpflegung: Gemeinsam
Schlüsseldienst: Frau Roselien Rehfeldt

Liturgie
Unsere letzten Predigten

Unser Gemeindetreff nach unserem Sonntagsgottesdienst findet in der Saalgasse 15 (EVA) statt.
Beginn der Gemeindeversammlung: 17:30 Uhr / Gemeindebericht H2/2018

----------------

Tanggal: Minngu, 02 Desember 2018

Waktu: Pukul 14:00

Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg

Teks Khotbah dari Lukas 1, 67 - 79

Nyanyian pujian Zakharia

Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 68. "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
69. Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
70. --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus--
71. untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
72. untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73. yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
74. supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
75. dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
77. untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
78. oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79. untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."

(Alkitab Terjemahan Baru 1974)

Pemberitahuan Pelayanan Hari minggu Advent pertama

Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Liturgi: Bpk Frank Madrikan
Musik: Ibu Paula Simanjuntak
Pembacaan Alkitab: Bpk Leonhard Sihombing
Perjamuan Kudus: Majelis Jemaat
Sekolah Minggu: Sdr Viktor Aritonang dan Sdri Riany Lengkong
Berita Jemaat: Bpk Jens Balondo
Konsumsi: Semua
Kunci: Ibu Roselien Rehfeldt

Liturgi
Khotbah yang terakhir

Pertemuan jemaat setelah Ibadah Minggu depan akan diadakan di Gedung EVA (Saalgasse 15).
Rapat Jemaat dimulai pk. 17:30 / Laporan Gereja H2/2018 (Bahasa Jerman)

Daten wahren, aber auch jederzeit verfügbar haben

Für die JKI steht eine vertrauensvolle und innovative Zusammenarbeit mit unserer Gemeinde und unseren Partnern an erster Stelle. Aus diesem Grund optimieren wir tagtäglich unsere Prozesse und internen Abläufe.

Die internationale Norm ISO/IEC 27001 wurde entworfen, um die Auswahl geeigneter Sicherheitsmechanismen zum Schutz sämtlicher Werte in den Wertschöpfungsketten sicherzustellen. Die Norm spezifiziert Anforderungen für die Implementierung von geeigneten Sicherheitsmechanismen, welche an die Gegebenheiten der einzelnen Organisationen adaptiert werden sollen. Der deutsche Anteil an diesem internationalen Normungsprojekt wird vom DIN NIA-01-27 IT-Sicherheitsverfahren betreut.

Mit unserer internen Arbeitsplattform decken wir diese Anforderungen der ISO-Norm ab und können somit ein Höchstmaß an Qualität und Sicherheit garantieren. Neben unseren alltäglichen kirchlichen Aufgaben, begleiten wir unsere Gemeinde mit Kompetenz durch die digitale Transformation.

JKI Portal - Kirche
JKI Portal - Kirche


Die Norm 27001 für Informationssicherheitsmanagementsysteme (ISMS) hat zum Ziel, dass alle vertraulichen Daten geschützt werden, die Integrität der betrieblichen Daten gewahrt wird und die Daten jederzeit verfügbar sind. Durch unsere jahrelange Erfahrung im Bereich Zusammenarbeit wissen wir, wie wichtig ein gewissenhafter Umgang mit Informationen ist, um den Gemeindebetrieb aufrecht zu halten. Daher ist auch unsere interne Arbeitsplattform die notwendige Basis für einen erfolgreichen Gemeindealltag.

JKI Portal - Kirche
JKI Portal - Verwaltung


JKI Portal - Teams
JKI Portal - Teams


Offizielle Seite der Veröffentlichung der ISO/IEC 27001:2013
Grundausrichtung der IT-Sicherheit innerhalb der EKD

Sich gegenseitig zu besuchen, ist ein Zeichen der Zusammengehörigkeit

Die Partnerschaft zwischen der „Gereja Masehi Injili di Minahasa“ (GMIM) in Indonesien und der Propstei Rheinhessen der EKHN besteht seit nunmehr 32 Jahren. Wir glauben, dass die ökumenische Partnerschaft mit der GMIM einen interkulturellen Dialog zwischen deutschen und indonesischen Christen ermöglicht.

Indon. Zeitungsauschnitt zum Partnerschaftsabkommen 1986
Indon. Zeitungsauschnitt zum Partnerschaftsabkommen 1986

Mitglieder des Kirchenvorstands der Kristusgemeinde wie auch die Gemeindepfarrerin sind Mitglieder im Partnerschafts-Ausschuss und arbeiten somit aktiv im Trialog mit. Der Partnerschafts-Ausschuss ist ein wichtiger Bestandteil des ökumenischen Austauschs. Dabei begleiten wir die Delegationen aus der GMIM zu Besuchen in den Gemeinden bzw. Dekanate in der Propstei Rheinhessen. Ebenso erarbeiten wir die Programmpunkte und Unterbringungen mit vor. Ein indonesischer Sprachkurs ausgerichtet von der Kristusgemeinde für den Partnerschaftsausschuss der Propstei Rheinhessen, soll bei der Kommunikation mit den Partnern in Indonesien helfen. Ebenso stehen wir im Ausschuss bei Reisen in die GMIM zur Verfügung, bei denen Gemeindemitglieder ebenfalls als Dolmetscher mitwirken.

".. Sich gegenseitig zu besuchen, ist ein Zeichen der Zusammengehörigkeit aller Gemeinden und Dienste in dieser Welt. Als Teil der globalen Christenheit, die in ihrer Geschichte viele Facetten und Ausdrucksformen entwickelt hat, will die EKHN durch ihre Direktpartnerschaften ihre Vielfalt und Einheit in Jesus Christus erfahren, verwirklichen und sich mit anderen darüber austauschen, wie unser Glaube gestärkt werden kann."
Propst Dr. Klaus-Volker Schütz

Der Ausschuss der Partnerschaft Rheinhessen-GMIM hat mehrere große Projekte in der kommenden Zeit, die die Finanzen des Ausschusses stark beanspruchen werden.
Daher hat unser Kirchenvorstand beschlossen, dass die Wahlpflichtkollekte zum 19.08.2018 der ÖKUM. PARTNERSCHAFTEN DER PROPSTEI RHEINHESSEN-GMIM (20 a) zugutekommt.

EKHN: Ökumenische Patenschaften der Kirchengemeinde/des Dekanates/der Propstei
Evangelisch am anderen Ende der Welt - Blog zum Pastoralkolleg 2017

[Bahasa Indonesia]

Unsere junge Projektgruppe hatte am Samstag, den 17.11.2018 zur Benefizveranstaltung zugunsten der Betroffenen der Naturkatastrophe in Palu / Donggala eingeladen. Aus dem Indonesian Care Day ist in der Folge nun das Langzeitprojekt "Gemeinsam Solidarisch" entsprungen. Junge Studenten und Erwachsene planten im interreligiösen Dialog mit ihren Freunden und Partnern, darunter die Indonesische Muslimische Gemeinde, die Indonesische Katholische Gemeinde, die Indonesische Studentenvereinigung sowie die Indonesische Hindugemeinschaft einen Batik-Flohmarkt, Kulinarisches und einen Angklung-Workshop, in dem man das traditionelle Bambus-Instrument spielen lernte. In den Räumlichkeiten der Ev. Akademie Frankfurt und mit der technischen Unterstützung von Audio Frankfurt wurde in nur einem Monat eine wunderbare Veranstaltung organisiert. In der Spendenbox landeten an diesem Abend 4270,10 Euro, die mit den weiteren Spenden im Vorfeld eine Spendensumme von aktuell 7533,89 Euro ergeben.

Aktueller Status zur humanitären Hilfe in Indonesien

Im Hauptprogramm wurde eine musikalische Reise durch Indonesien dargeboten. Von traditionellen Klängen und Tänzen, über Klassik bis hin zu Popmusik wurde ein großes Sortiment auf die Bühne gelegt. Unser Vorsitzender Jens Balondo stellte in seiner Begrüßungsrede die interreligiöse Zusammenarbeit in den jungen Generationen in den Vordergrund. Neben der humanitären Hilfe möchte das Projekt auch ein Zeichen für die Wichtigkeit des Dialogs mit Toleranz setzen. "Für die betroffene Region ist das zerstörte interreligiöse Bildungszentrum eine wichtige Anlaufstelle gewesen. Diese müssen wir wieder gemeinsam aufbauen, um den kommenden Generationen weiterhin eine hoffnungsvolle Zukunft für unsere Gemeinschaft in Einigkeit und Vielfalt aufzuzeigen." ergänzt Junita Rondonuwu-Lasut, Pfarrerin der Ev. Indonesischen Kristusgemeinde Rhein-Main.

Begrüßnungsrede Jens Balondo [Bahasa Indonesia]

Gebet - Katholische Indonesische Gemeinde, Pastor Romo Innocentius Sigaze
Gebet - Muslimische Indonesische Gemeinde, Ustadz Fidinul Hayat
Gebet - Indonesische Hindugemeinschaft, Frau Putu Nanda Novira Artati
Gebet - Evangelische Indonesische Gemeinde, Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut

Leandro Christian (28) ist ein erfahrener Konzert Pianist. Er absolvierte sein Musikstudium in Queensland Conservatorium in Australien. Aktuell macht er sein Masterstudium bei Lev Natochenny an der Kalaidos Musikhochschule in Frankfurt am Main. Nebenbei gibt er Musikunterricht. Ebenso begleitet er musikalisch die Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main zum wöchentlichen Sonntagsgottesdienst.

Ein Stück aus „Bach-Brahms Chaconne in D-Moll“. Die Besonderheit hieran ist, das es nur mit der linken Hand gespielt wird.

Die Chaconne ist ein Werk von Johann Sebastian Bach. Es wurde ursprünglich für die Geige geschrieben. Nachdem Clara Schumann sich ihre rechte Hand verletzte, umschrieb ihr guter Freund Johannes Brahms die Chaconne für das Klavier und eigens für die linke Hand.

Zitat Brahms: „Für ein kleines Instrument wie die Geige, schreibt der Mensch die Ganzheit einer Welt der tiefsten Gedanken und der stärksten Gefühle.“



Informationen zum Fotografen:
Rizki Rahman ist Bachelor Informatik Student an der Hochschule in Darmstadt. Im Jahre 2011 fand er seine Interresse am Fotografieren.
Kontakt Infos: +4917675672503 oder per Instagram @rizkirahman


Informationen zum Fotografen:
Neben dem Verfassen von schönen poetischen Texten und rhythmischen Gedichten, ist Grover Rondonuwu ein exzellenter Schachspieler. Mit der Fotografie hat er eine weitere große Leidenschaft gefunden.


Informationen zum Fotografen:
Christian Jose absolviert derzeit sein Studienkolleg an der TU Darmstadt (T-Kurs). In der Mittelschule (vergl. mit Förderstufe in Indonesien) hatte ihm sein Vater eine Kamera geschenkt. Zunächst allerdings nur automatische Fotografie. Seit Oktober 2017 drang er in die manuelle Fotografie ein und beschäftigt sich in seinem Hobby damit.
Kontakt Infos: Diese E-Mail-Adresse ist vor Spambots geschützt! Zur Anzeige muss JavaScript eingeschaltet sein!

Die Spenden fließen in die interne Projektnummer "RT 1623 - SP.02/2018".

Hilfsmaßnahme:

Humanitäre Hilfe Indonesien - Wiederaufbau Palu / Region Donggala

Katastropenhilfe Indonesien

Wie befürchtet ist die Anzahl der Toten nun schon auf über 1000 Menschen gestiegen. Noch immer versuchen viele Verbindung zu ihren Verwandten aufzubauen. Fortlaufend erreichen uns traurige Nachrichten aus unserer Gemeinde, von Freunden und deren nächsten Bekannten. Hinzu kommt, dass heute weitere Erdbeben in Indonesien gemeldet wurden.

Weitere aktuelle Erdbeben Meldungen


Aufruf zum gemeinsamen Gebet


× „Wir fotografieren während der Veranstaltung zum Zwecke der Veröffentlichung auf unserer Gemeindewebseite https://www.jki-rhein-main.de/ und/oder unseren Social Media Kanälen https://www.facebook.com/jemaatkristusindonesia/. Mit Ihrer Teilnahme an der Veranstaltung erklären Sie sich mit der Veröffentlichung von Fotos einverstanden, auf denen auch Sie abgebildet sind. Wenn Sie das nicht möchten, teilen Sie das bitte unserem Fotografen oder unserem Kirchenvorstand mit.“

Der morgige 3. Oktober wurde 1997 vom Zentralrat der Muslime in Deutschland zum jährlichen Tag der offenen Moschee gewählt. Bewusst am Tag der Deutschen Einheit, um das Ziel einer religiösen, übergreifenden Verständigung zu verdeutlichen.

Auch wir sehen alle Gotteshäuser als Ort der Begegnung an. Daher rufen wir zum interreligösen Dialog auf, um unsere Brüdern und Schwestern in der Indonesisch-moslemische Gemeinde zu besuchen und noch näher kennen zulernen.

Gemeinsam möchten wir auch für alle Betroffenen der aktuellen Erdbeben- und Tsunami-Opfer in Indonesien gedenken und beten.

Am Mittwoch, den 3. Oktober 2018 ab 14 Uhr
Moschee der Indonesisch-moslemische Gemeinde in Frankfurt am Main und Umgebung e.V.
am Strahlenberger Weg 16
60599 Frankfurt am Main

Zum Erntedankfest am 07.10.2018 findet in der Alten Nikolaikirche ein ökumenischer Gottesdienst mit den indonesischen christlichen Gemeinden statt.

Jedes Jahr findet ortsbezogen abwechselnd dieser gemeinsame Gottesdienst statt. Dieses Jahr ist die Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Gastgeber. Unter dem Motto "Wachend danken / Berjaga-Jaga sambil Bersyukur" möchten wir mit unseren indonesichen katholischen Brüdern und Schwestern auch an diesem Tag den betroffenen Gedenken und unsere Anteilnahme ausprechen.

Am Sonntag, den 7. Oktober 2018 um 15 Uhr
Alte Nikolaikirche
auf dem Römerberg
60311 Frankfurt am Main

Ökumenischer Gottesdienst mit Abendmahl

Beeindruckt von den Bildern der Zerstörung durch das Erdbeben und anschließendem Tsunami auf Palu haben wir uns gemeinsam mit der Indonesisch-moslemische Gemeinde in Frankfurt am Main und Umgebung e.V. (MMI), der Indonesischen katholischen Studenten in Hessen (MKIF/KMKI) und der Indonesische Studentenvereinigung Frankfurt-Darmstadt (PPI) für Initiative entschlossen, um den betroffenen Menschen zu helfen. Schnell war klar, ein Benefizkonzert zu Gunsten der Opfer zu organisieren.

https://www.facebook.com/events/179050593017026/

Gleichzeitig möchten wir zu folgenden Spendenaktionen aufrufen. Es fehlt an Medikamenten und erste Versorgungen. Tausende Menschen mussten ihr Zuhause verlassen oder haben keines mehr. Auch die Herausforderungen für unsere Partner sind groß: Viele Straßen sind nicht befahrbar, vielerorts ist der Strom ausgefallen.

„Wir befürchten, dass die Zahl der Toten noch deutlich steigt“, sagt Caroline Hüglin, Projektverantwortliche für Indonesien der Diakonie Katastrophenhilfe. „Denn die Gebiete außerhalb der Städte sind schwer zu erreichen, die Informationskanäle derzeit noch vielerorts abgeschnitten.“

Hilfsmaßnahmen:


Humanitäre Hilfe Indonesien - Wiederaufbau Palu / Region Donggala

Diakonie Katastrohenhilfe

EMS Nothilfe

Die EKHN hat eine Unterstützung der Katastrophenhilfe auf den Weg gebracht und fordert die Gemeinden der Landeskirche zu weiteren Hilfsmaßnahmen auf.

"Egal, warum die Menschen über das Meer fliehen: Wenn sie unterwegs in Seenot geraten, brauchen sie Hilfe. Das gebietet die Menschlichkeit. Das gebietet die Nächstenliebe."
Manfred Rekowski - Vorsitzender der Kammer für Migration und Integration der EKD

Facebook: https://www.facebook.com/ekd.de/posts/1980843561950441
EKD: Manfred Rekowski fordert sichere Fluchtrouten

[Bahasa Indonesia]

Prof. Dr. Siti Musdah Mulia: "Werde nie müde, den Frieden zu stricken"

Das Auswärtige Amt arbeitete mit Finnland zusammen und veranstaltete ein Dialogforum "Religiöse Verantwortung für den Friedensaufbau". Folgendes ist ein kurzes Interview der Deutsche Welle mit Prof. Dr. Siti Musdah Mulia.



Der Workshop mit dem Thema "Religion ist in der Verantwortung Frieden aufzubauen" wurde in einer Zusammenarbeit von Finnland und Deutschland vom 18.-20. Juni in Berlin veranstaltet. Dieses Seminar wurde von mehr als 80 Personen verschiedener Länder Asiens besucht. Sie sind die Vertreter der Oberhäupter der Religionen in Asien und Geistliche religiöser Organisationen. DW interviewte Prof. Siti Musdah Mulia von Indonesian Conference on Religion and Peace, einer der Teilnehmer, welche aus Indonesien nach Berlin geladen wurden.

DW: Welche Themen wurden in Berlin besprochen und wie war bzw ist Ihr Eindruck von der Veranstaltung?

Musdah Mulia: Es gab 4 Haupthemen: Die Geistlichen als Akteur für Frieden und Meditation, das Gesicht der Religionen in der Öffentlichkeit, und das Thema: Religion, Geschlecht und Frieden.

Prof. Dr. Musdah Mulia
Prof. Dr. Musdah Mulia
In der Diskussion standen eine Reihe entscheidender Fragen und Fälle von religiösen und sozialen Konflikten in verschiedenen Regionen, wie zum Beispiel Myamar, im Vordergrund. Obwohl es in jeder Sitzung sehr oft eine heiße Debatte zwischen den Teilnehmer gab, da es Unterschiede in den Standpunkten und Interessen gab, waren sie sich doch einig, dass die Konflikte sofort beendet werden müssen. Denn Konflikte machen das Leben des Volkes in allen Aspekten nur noch schlimmer.

Alle Teilnehmer waren sich einig, dass Frieden die einzig wirkliche Antwort und Lösung ist für all das Chaos, welches in Form von religiösen und sozialen Konflikten überfällt. Man muss sich um den Frieden ernsthaft bemühen und in einer Weise ausgeführt werden, die alle Ebenen der Gesellschaft erreicht, vor allem religiöse Oberhäupter, systematisch beginnend im grundlegendsten: der Familie.

Kernbotschaft: Seien sie niemals müde Frieden zu stiften, denn der Friede ist der Kern des Mitgefühls und der Gerechtigkeit, welche in der Humanisierung des Menschen endet.

Wie genau ist der Zustand des religiösen Zustands des religiösen Dialogs in Indonesien in heutiger Zeit?

Die Herausforderung für einen Dialog zwischen den Religionen in Indonesien sind durch den Aufstieg des Fundamentalismus in den letzten 10 Jahren, vor allem in der Ära des Präsidenten Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gestiegen. Es scheint den Eindruck zu haben, dass SBY gegen den wachsenden Radikalismus nichts unternommen hat. Radikalismus, der die Geburt für Haltung und Aktionen der Intoleranz in Form von Hass gegen religiöse Minderheiten in Indonesien sind.

Welche konkreten Beispiele aus Indonesien können in diesem religiösen Dialog vermittelt werden?

Ich erzählte über die Erfahrungen unsere Organisation, dass wir Peace Education in den Familien lehren. Eine Art der Friedenserziehung für die Eltern, um es so den Kindern weiterzugeben. Das heißt, Friedenserziehung sollte auf der Ebene der Familienhaushalte beginnen. Darüber hinaus habe ich auch über das Vertreten der Öffentlichkeit erzählt, damit Verordnungen keine diskriminierenden Elemente gegen Minderheiten und Familien enthalten.

http://www.dw.com/id/musdah-mulia-jangan-pernah-lelah-merajut-perdamaian/a-44381306

EKHN Logo

Search

Unsere regulären Aktivitäten

Sonntag:

15:00 Uhr Gottesdienst in der Alten Nikolaikirche

15:15 Uhr Kindergottesdienst in unserem Gemeindehaus

Montag:

17:00 Uhr Gebets- und Frauenkreis im Gemeindehaus

Weitere Termine finden sie in unserem Kalender.

Cookies erleichtern die Bereitstellung unserer Dienste der EIKG / JKI. Mit der Nutzung unserer Dienste erklären Sie sich damit einverstanden, dass wir Cookies verwenden. Ihre Auswahl wird für 365 Tage gespeichert.
Weitere Informationen Ok